Posts

Rara Kenita 11.2

 Nama : Rara Kenita Kelas : XI-2 1. Identitas buku : Judul buku : Lebih Banyak Kebaikan Daripada Bahaya Penulis : Mark Rickerby Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama Kota Terbit : Jakarta Tahun terbit : 2020 Jumlah hal : hal 50-hal 55 2. Sinopsis : pengalaman seorang anak laki-laki yang sedang berlibur dengan keluarganya. Saat mereka dalam perjalanan, mobil mereka mengalami kerusakan di tengah jalan. Dalam situasi yang tampaknya tidak menguntungkan ini, mereka bertemu dengan seorang pria tua yang membantu memperbaiki mobil mereka. meski awalnya mereka merasa khawatir dan cemas terhadap pria tua yang tak dikenal itu, bantuan tulusnya membuat mereka sadar bahwa ada lebih banyak orang baik di dunia ini daripada yang mereka kira. Pesan utama dari cerita ini adalah bahwa kebaikan bisa ditemukan di tempat yang tak terduga, dan terkadang orang asing bisa menunjukkan kebaikan hati yang luar biasa tanpa mengharapkan imbalan, cerita ini mengajarkan kita untuk tidak selalu curiga terhadap ora...

Resensi Buku Bahasa Indonesia

 Resensi Buku digital Nama: Yasmin Noer Fadillah Kelas: XI-2 Tugas: Bahasa Indonesia  1. Identifikasi Buku:  - Judul Buku: Kali Ketigalah yang Memesona  - Penulis: Lailah Gifty Akita - Penerbit: Jodi Renee Thomas  - Kota Terbit: Jakarta - Tahun Terbit: 19 Oktober 2020 - Jumlah Halaman: 6-9 2. Sinopsis Cerita: Cerita "Kali Ketigalah yang Memesona" berkisah tentang seorang ibu yang menghadapi tantangan dalam membiasakan anak balitanya makan sayuran, khususnya bayam. Anaknya menolak dan bersikeras hanya ingin makan nugget seperti teman-temannya. Sang ibu, yang tidak mau menyerah, menerapkan aturan "mencoba tiga kali" yang diajarkan ibunya saat ia kecil: mencoba suatu hal tiga kali sebelum memutuskan apakah menyukainya atau tidak. Melalui pendekatan sabar ini, anaknya akhirnya mulai menyukai bayam. Cerita ini juga menggambarkan bagaimana aturan tiga kali itu memengaruhi kehidupan sang ibu, membantunya mengatasi ketakutan dan tantangan dalam berbagai aspek hidup, te...

Yasmin Noer Fadillah

  Raja Husein bin Talal  (1935-1999) Yang Mulia Raja Hussein bin Talal, bapak Yordania modern, akan selalu dikenang sebagai pemimpin yang membimbing negaranya melewati perselisihan dan kekacauan untuk menjadi oase perdamaian, stabilitas, dan moderasi di Timur Tengah.  Di kalangan warga Yordania, kenangannya dihargai sebagai inspirasi bagi iklim keterbukaan, toleransi, dan kasih sayang di Yordania.  Dikenal oleh rakyatnya sebagai  Al-Malik Al-Insan  ("Raja yang Manusiawi"), Raja Hussein membangun warisan yang menjanjikan untuk membimbing Yordania selama bertahun-tahun yang akan datang. Pada saat kematiannya pada tanggal 7 Februari 1999, Yang Mulia adalah kepala negara eksekutif yang paling lama menjabat di dunia.  Sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia, mendiang Raja Hussein juga merupakan generasi keempat puluh keturunan langsung Nabi Muhammad SAW. Ia lahir di Amman pada 14 November 1935, dari pasangan Pangeran Talal bin Abdullah dan Putri Zei...

Tugas Bahasa Indonesia

Image
Nama Negara : Yordania Tokoh Negara : Raja Talal Biografi Tokoh : Raja  Talal bin Abdullah  ( bahasa Arab : طلال بن عبد الله Talal bin `Abd Allāh) (26 Februari 1909 – 7 Juli 1972) adalah  Raja Yordania  dari  20 Juli   1951  sampai dipaksa turun tahta demi anaknya,  Hussein  karena alasan kesehatan (dilaporkan mengidap  skizofrenia [1] ) pada tanggal  11 Agustus   1952 . Ia digantikan  Hussein  (anaknya) sebagai Raja Yordania pada saat itu juga. Talal Raja Yordania Ke-2 Berkuasa 20 Juli   1951  -  11 Agustus   1952 Pendahulu Abdullah I Penerus Hussein I Ayah Raja Abdullah I Ibu Musbah bint Nasser Pasangan Zein al Sharaf Talal Anak Hussein Pangeran Muhammad Pangeran El Hussan Putri Basma Agama Islam   Sunni  

TUGAS BAHASA INDONESIA

judul : pentingnya idelogi pancasila di era global  nama : Yasmin noer fadillah kelas  : X-6 tugas : Bahasa indonesia (teks explanasi)   Pemerintah harus membuat silabus nilai-nilai Pancasila yang dikemas berdasarkan demografi masyarakat, dalam pembinaan Ideologi Pancasila di era digital.  Langkah ini sebagai cara untuk memupuk kembali Ideologi Pancasila, yang tergerus oleh digitalisasi. Peran pancasila dalam pesatnya teknologi saat ini, kerap terabaikan. Padahal, Pancasila dapat membangun karakter positif dalam berprilaku di era digital, khususnya bersosial media. Pengamat Politik Karyono Wibowo menilai, pemerintah, dalam hal ini badan pembinaan Ideologi Pancasila, BPIP, harus membuat silabus yang sesuai dengan karakter masyarakat, mulai dari kalangan milenial, hingga menyentuh masyarakat ber-pendidikan rendah. BPIP dapat menggunakan instrumen riset, untuk menggali persepsi masyarakat, dalam memahami pentingnya Ideologi Pancasila di era digital. Bicara pancasila di ...